5 Akibat Dari Revolusi Bumi Yang Kita Rasakan Hingga Sekarang

Bagikan:

Prijaji.com – Tahukah kamu, bahwasanya bumi sudah beberapa kali mengalami revolusi, sehingga mendatangkan dampak dan akibat bagi kehidupan manusia.

Bahkan, karena revolusi bumi, perbedaan waktu siang dan malam di kutub selatan dan kutub utara menjadi tidak seimbang. Akibat revolusi bumi, rasi bintang setiap bulannya juga tampak berbeda, bahkan karena revolusi bumi jugalah yang melatarbelakangi ditetapkannya kalender masehi yang sekarang kita gunakan.

Dan, inilah 5 Akibat dari Revolusi bumi yang kita rasakan hingga sekarang.


5. Rasi Bintang Tampak Berbeda Setiap Bulannya

Apakah kamu sudah mengerti, apa yang dimaksud dengan rasi bintang?

alterntif text

Menurut pengertian yang ada di wikipedia menyebutkan bahwa rasi bintang atau konstelasi adalah sekelompok bintang yang tampak berhubungan membentuk suatu konfigurasi khusus di atas langit.

Contohnya: bintang-bintang yang ada di zodiak seperti virgo, gemini, scorpio, libra dan lain-lain.

Bintang-bintang itu merupakan rasi bintang yang paling dikenal. Semua rasi bintang tersebut tidak muncul dalam satu bulan sekaligus melainkan muncul satu persatu setiap bulannya.

Misalkan, rasi bintang Akuarius hanya muncul di antara Januari dan Februari saja, bintang Akuarius tidak muncul pada bulan Oktober dan bulan-bulan lainnya. Begitu juga dengan bintang-bintang yang lain, mereka tidak muncul sekaligus, namun satu persatu di lain bulan.

Bintang-bintang tersebutlah yang kemudian dikaitkan erat dengan hari lahir seseorang, yang kita kenal dengan nama zodiak.

Rasi bintang yang tampak berbeda setiap bulannya merupakan salah satu akibat dari revolusi bumi.


Baca juga: 10 Game terpopuler di dunia yang sangat sulit dilupakan


4. Terjadi Perbedaan Lama Siang dan Malam

https://i2.wp.com/prijajiblog.files.wordpress.com/2017/06/pexels-com-fileminimizer1.jpg?ssl=1

Credit: pexels

Negara-negara yang ada di belahan bumi selatan dan utara memiliki perbedaan lama waktu siang dan malam. Hal itu di akibatkan oleh sudut kemiringan poros bumi terhadap bidang ekliptika.

Selain itu, perbedaan waktu juga di akibatkan oleh bumi yang terletak di apotema dan hipotema.

Apotema adalah titik terjauh bumi dengan matahari, sedangkan hipotema adalah titik terdekat bumi dengan matahari.

Hal-hal tersebutlah yang mengakibatkan perbedaan lama waktu siang dan malam di belahan bumi selatan dan utara.

Misalkan, pada tanggal 21 Maret – 23 Desember:

  • Titik bumi di belahan utara mendekati matahari, sementara belahan selatan sebaliknya, yakni menjauhi matahari
  • Pada saat tanggal tersebut, titik bumi belahan utara lebih dekat dengan matahari. Oleh sebab itu, panjang siang di belahan bumi utara lebih panjang dibandingkan di belahan bumi selatan
  • Di sebagian wilayah, di sekitar kutub utara ada daerah yang mengalami siang selama 24 jam dan ada daerah di selatan yang mengalami malam selama 24 jam

Pada tanggal 23 September – 21 Maret merupakan kejadian sebaliknya:

  • Titik bumi di belahan selatan mendekati matahari, sementara belahan utara sebaliknya, yakni menjauhi matahari
  • Pada saat tanggal tersebut, titik bumi belahan selatan lebih dekat dengan matahari. Oleh sebab itu, panjang siang di belahan bumi selatan lebih panjang dibandingkan di belahan bumi utara
  • Di sebagian wilayah, di sekitar kutub selatann ada daerah yang mengalami siang 24 jam dan ada daerah di utara yang mengalami malam 24 jam

Baca juga: Buat yang Kangen, Ini 5 Hal yang Gak Bisa Dilupain Dari Masa Kecil


3. Terjadinya Perubahan Musim

https://i1.wp.com/prijajiblog.files.wordpress.com/2017/06/1-pexels-com-fileminimizer.jpg?ssl=1

Credit: pexels

Perubahan yang terdiri dari 4 musim, yaitu: musim semi, gugur, dingin, dan panas terjadi setiap tahun dibagian bumi selatan dan utara. Namun, tidak termasuk di Indonesia. Karena Indonesia tidak berada di ke dua-nya, melainkan Indonesia berada di daerah titik khatulistiwa. Hal itulah yang menyebabkan Indonesia tidak memiliki empat musim.


2. Adanya Gerak Semu Tahunan Matahari

Apa sih yang dimaksud gerak semu itu? Gerak semu yang dimaksud pada bagian ini, merupakan pergeseran posisi bumi dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan yang terjadi setiap tahunnya.

Secara logika seperti ini, Misalkan di pesisir laut ada dua gunung yang bernama gunung A dan gunung B.

  • Pada bulan januari matahari terbit di samping gunung A
  • Pada bulan April matahari justru terbit di antara gunung A dan gunung B (ditengah-tengah)
  • pada bulan Juli matahari terbit di samping gunung B
  • Pada bulan Oktober matahari terbit di antara gunung A dan gunung B
  • Pada bulan Desember matahari terbit di samping gunung A
  • Dan seterusnya

Itulah yang dimaksud gerak semu tahunan matahari, pergeseran bumi dari belahan bumi satu ke belahan bumi lainnya.


Baca juga: Misteri Astronot wanita yang hilang diluar angkasa


1. Penetapan Kalender Masehi

https://i1.wp.com/prijajiblog.files.wordpress.com/2017/06/2-pexels-com-fileminimizer.jpg?ssl=1

Credit: pexels

Kalender masehi ditetapkan berdasarkan pembagian 180 derajat bujur barat dan bujur timur. Oleh karena itu, apabila di belahan bujur timur tanggal 2 Oktober, maka di belahan bujur barat masih tanggal 1 Oktober. Penetapan kalender masehi merupakan salah satu dampak dari revolusi bumi.

alterntif text
Bagikan:

Rifaldo Surya

Quotes aja ya, Jalani hidup kamu sebaik-baiknya.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.