Ternyata, Belanda Adalah Negara Pertama Yang Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis

Bagikan:

Prijaji.com – Ketika saya mengetahui pada sebuah wacana, bahwa di dunia ternyata memang ada negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Dalam artian, LGBT itu sah-sah saja, bahkan tidak dilarang di negara-negara yang bersangkutan.

Kita pasti tahu, jikalau di Indonesia melarang keras pernikahan sesama jenis itu, karena dianggap merupakan sebuah hubungan yang menyimpang, dan kemungkinan terkena penyakit seksualnya juga sangat besar.

https://i1.wp.com/prijajiblog.files.wordpress.com/2017/06/okezone-com-fileminimizer.jpg?ssl=1

Credit: okezone.com

Tidak hanya itu, bayangkan saja dengan menikah dengan sesama jenis. Apakah seseorang bakal mempunyai keturunan? tentu saja tidak. Nah, mungkin hal tersebut juga menjadi salah satu faktor yang mendasari, “mengapa pernikahan sesama jenis itu dilarang?”.


Belanda Adalah Negara Pertama Yang Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis, Kemudian Diikuti 11 Negara Lainnya

Pernikah sesama jenis di Belanda diresmikan sejak 1 April 2001, menurut wikipedia. Dan itu adalah awal dimulainya ‘era pernikahan sesama jenis’ di Belanda. Keputusan Belanda itu kemudian diikuti negara-negara lainnya diseluruh dunia.

alterntif text

Hebatnya, keputusan tersebut tidak diikuti satu atau dua negara saja, akan tetapi BANYAK. Setidaknya ada 11 negara di dunia yang mengikuti keputusan Belanda. Seperti Belgia, Spanyol, Afrika Selatan, dan yang terbaru adalah Selandia Baru, negara ini resmi melegalkan pernikahan sesama jenis sejak 18 April 2013.

Pengesahan pernikahan sesama jenis di Selandia Baru, akhirnya resmi diperbolehkan, sebab 77 dari 121 anggota parlemen menyetujui perubahan Undang-Undang Pernikahan dan memberikan izin bagi pasangan sejenis untuk menikah.


Inilah 12 Negara Yang Memperbolehkan Warganya Untuk Menikah Dengan Sesama Jenis

  1. Belanda, diresmikan pada tahun (2001)
  2. Belgia (2003)
  3. Spanyol (2005)
  4. Kanada (2005)
  5. Afrika Selatan (2006)
  6. Norwegia (2009)
  7. Swedia (2009)
  8. Portugal (2010)
  9. Islandia (2010)
  10. Argentina (2010)
  11. Denmark (2012)
  12. Selandia Baru (2013)

Kemungkinan ada lebih dari 12 Negara yang memperbolehkan warganya melakukan pernikahan sesama jenis.


Alasan Mengapa Belanda Memperbolehkan Pernikahan Sesama Jenis

https://i1.wp.com/prijajiblog.files.wordpress.com/2017/06/suarakita-org-fileminimizer.jpg?ssl=1

Joss Wibisono, Credit: suarakita.org

Sejarah mengenai pernikahan sesama jenis yang ‘didalangi’ Belanda tidak begitu jelas. Menurut Joss Wibisono, warga negara Indonesia yang sudah menetap selama 25 tahun serta pernah bekerja di salah satu radio di negara kincir angin.

Joss Wibisono menceritakan asal usul Mengapa Belanda memperbolehkan pernikahan sesama jenis. Menurut Joss, ide tersebut dilatarbelakangi oleh sejarah kelam, yakni karena pembantaian massal dan tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh Hitler (NAZI) di masa silam.

Pada masa Pembantaian yang dilakukan Hitler, hampir semua orang, bukan hanya yahudi, saksi yehoba, ataupun Gipsy yang disiksa dan dibunuh oleh Hitler. Namun, kelompok Homoseksual juga ikut disiksa dan dibunuh.

Peristiwa itulah yang menjadi batu sandaran, atas terciptanya undang-undang anti-diskriminasi di Belanda (Hak asasi manusia) termasuk di dalamnya membebasan hak-hak kelompok homoseksual.

Joss juga berkata, bahwasanya di Belanda urusan pernikahan sangat berbeda di Indonesia. Kalau di Indonesia pernikahan yang diakui adalah pernikahan yang sah dimata agama dan sah dimata hukum (negara).

Nah, masalahnya Belanda tidak menganut aturan yang serupa dengan Indonesia. Melainkan urusan pernikahan tidak ada hubungannya dengan institusi Agama di negara Belanda.

Dalam artian, kalau memang ingin menikah secara agama dipersilahkan. Dan sah-sah saja, walaupun tidak mengikuti syarat yang diakui oleh hukum.

Begitu pun sebaliknya, kelompok homoseksual juga boleh-boleh saja untuk menikah. Dan sah-sah saja menurut hukum, walaupun tidak sah dimata agama.

Karena di Belanda aturan agama dan aturan negara mempunyai KETENTUAN YANG BERBEDA dalam hal yang berhubungan dengan masalah pernikahan. Sehingga aturan hukum tidak dapat melarang aturan agama, juga aturan agama tidak dapat melarang aturan hukum. Begitulah kurang lebih menurut Joss Wibisono.

Paham? belum, tidak apa-apa.

Intinya seperti ini, misalkan sebuah negara memperbolehkan/ mengijinkan seseorang melakukan pencurian, sedangkan menurut agama hal tersebut adalah tindakan yang tercela.

Dan kamu memutuskan untuk mencuri. Maka boleh-boleh saja menurut hukum, karena negara itu memperbolehkan seseorang untuk mencuri. Dan agama tidak boleh ikut campur untuk urusan itu.

Juga sebaliknya, jika kamu memutuskan untuk tidak mencuri mengikuti agama. Maka boleh-boleh saja. Dan negara juga tidak boleh ikut campur untuk urusan itu. Nah, seperti itu jugalah dalam urusan pernikahan di negara Belanda.

Sedangkan aksi legislatif mengenai pernikahan sesama jenis, dimulai oleh sekelompok aktivis hak asasi gay, yang dikepalai oleh Henk Krol dan Gay Krant. Mereka berkata kepada pemerintahan untuk memperbolehkan pasangan sesama jenis untuk menikah.

Kemudian pada tahun 1995, pemerintahan memutuskan untuk memikirkan ide tersebut dengan membentuk komisi khusus yang merundingkan perkara pernikahan sesama jenis.

Namun sayang, saat perundingan tersebut pihak agama tidak menjadi bagian dari perundingan. Sehingga pengemuka agama tidak dapat membantah ataupun menyetujui keputusan mengenai pernikahan sesama jenis.

Oleh karena itu, terbuatlah keputusan pada tahun 1997, kemudian Belanda resmi melegalkan pernikahan sesama jenis pada tahun 2001 kemudian.

https://i2.wp.com/prijajiblog.files.wordpress.com/2017/06/wikipedia-org-fileminimizer.jpg?ssl=1

Dua pria Amsterdam, menikah dibulan pertama setelah diresmikannya pernikahan sesama jenis, Credit: wikipedia.org

Hal tersebut disambut baik oleh kelompok Gay maupun Lesbi, terbukti setelah satu bulan diresmikan, dua pria di Amsterdam memutuskan untuk menikah.


Namun, walaupun di negara Belanda dan 11 negara lainnya memperbolehkan pernikahan sesama jenis. Tapi tetap saja menurut kesehatan, bahwa pernikahan atau berhubungan dengan sesama jenis itu mempunyai banyak risiko terkena penyakit kelamin. Seperti penyakit kanker anal, kanker mulut, meningitis, HIV-AIDS, dan penyakit-penyakit lainnya.

Namun yang pasti adalah, meski sudah menikah ratusan tahun, tetap saja kelompok homoseksual tidak dapat mempunyai keturunan.

alterntif text
Bagikan:

Rifaldo Surya

Quotes aja ya, Jalani hidup kamu sebaik-baiknya.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.