Inilah Asal Usul Sejarah Keyboard QWERTY Yang Digunakan Hingga Sekarang

Bagikan:

Prijaji.com – Kemungkinan ada yang pernah bertanya kepada guru, teman ataupun orang lain. Mengapa keyboard di smartphones, pc, maupun laptop itu menggunakan susunan huruf QWERTY?

Mengapa tidak diganti dengan ABCDE saja, supaya memudahkan orang lain untuk mengetik?

Saya pribadi pernah memikirkan hal itu. Namun saya tahu, setiap benda yang telah dibuat pasti ada cerita pengantar dibaliknya.

Termasuk keyboard (papan ketik) ini, ternyata juga ada sejarah mengenai mengapa tidak menggunakan ABCDE tapi justru memakai QWERTY yang dilihat saja terasa rumit dan tidak beraturan.

alterntif text

Awal Mula Keyboard QWERTY Diciptakan dan Dipakai

https://i1.wp.com/prijajiblog.files.wordpress.com/2017/06/suprmchaos-com-fileminimizer.jpg?ssl=1

Christopher Latham Sholes, Credit: suprmchaos

Sebelum bicara mengenai keyboard QWERTY, ada baiknya kita terlebih dulu membahas orang yang menciptakan mesin ketik. Karena tanpa dirinya mesin ketik dan keyboard QWERTY mungkin tidak pernah ada.

Dia adalah, Christopher Latham Sholes, seorang penemu mesin ketik yang laku secara komersil di pasaran. Walaupun dulu ada nama Henry Mill dan William Justin Burt yang  mempunyai cikal bakal mesin ketik, namun mesin ketik buatan Burt tidak efektif.

Bahkan mesin ketiknya bekerja lebih lama dibanding saat menulis menggunakan tangan, sehingga mesin ketik buatan burt tidak laku dipasaran.


Baca juga: Wajib Tahu, Tipe dan Fakta Kepribadian Menurut Semua Golongan Darah


Nah, saat itulah Christopher Latham Sholes dan dua rekannya membuat sebuah revolusi mesin ketik yang akhirnya dibeli oleh perusaahaan E. Remington and Sons. Sehingga mesin ketik yang dibuat Sholes, banyak dipakai oleh para penulis profesional dan para pekerja kantor.

Pada awalnya, mesin ketik diciptakan menggunakan keyboard ABCDE. Normal saja, layaknya urutan alphabet yang kita kenal. Namun susunan huruf ABCDE membuat para juru ketik dapat mengetik terlalu cepat sehingga membuat mesin ini mengalami kendala pada waktu itu.

Mesin ketik yang diciptakan Sholes sering mengalami kegagalan mekanik dan mengalami kendala macet saat ditekan.


Baca juga: 11 Berita Kematian Selebriti Yang Sangat Menggemparkan dan Fenomenal di Tanah Air


Sholes menampung semua masalah atas temuannya, dan berusaha mencari solusi yang tepat. Atas saran dari rekannya, Sholes memutuskan mengacak-acak susunan huruf pada keyboard mesin ketik temuannya. Lalu terciptalah susunan huruf yang ada di smartphone, laptop dan pc kamu. Yaitu susunan huruf QWERTYUIOP dan seterusnya.

Bagi Sholes, susunan huruf QWERTY merupakan susunan huruf yang paling sulit dan rumit. Guna mengurangi kecepatan juru ketik dalam mengetik. Tujuannya jelas. Dengan melambatnya juru ketik dalam mengetik, maka kegagalan mekanik mungkin tidak akan terjadi lagi.

Susunan pada mesin ketik itulah yang akhirnya diturunkan pada keyboard komputer, dan susunan huruf  QWERTY diresmikan sebagai keyboard standar ISO (International Standar Organization) pada tahun 1973.

Pertanyaannya adalah, pernahkah kamu mengira kalau keyboard yang ada di smartphone dan laptop kamu merupakan hasil acakan/ sembarang dari orang jenius Christopher Latham Sholes yang pusing memikirkan solusi atas kendala pada mesin ketik temuannya.

Itulah sejarah awal perubahan keyboard ABCDE ke QWERTY, dan susunan huruf QWERTY bertahan hingga sekarang.


Baca juga: 10 Fakta unik Israel yang belum diketahui banyak orang


Selain Susunan Huruf QWERTY, Ternyata Juga Ada Susunan Huruf Lainnya Yang Disinyalir Lebih Efektif

https://i0.wp.com/prijajiblog.files.wordpress.com/2017/06/beritaunik-net-fileminimizer.jpg?ssl=1

Credit: beritaunik

Selain susunan huruf QWERTY dari hasil pemikiran Sholes, sebenarnya masih ada susunan huruf lain yang dikenal dengan ASK (American Simplified Keyboard), umum disebut susunan huruf DVORAK. Keyboard DVORAK.

Menurut hasil riset penelitian, mengatakan bahwa susunan huruf DVORAK berpotensi membuat kita mengetik lebih cepat dan efisien. Namun karena DVORAK hadir terlambat dibanding QWERTY, maka susunan huruf DVORAK tidak dijadikan sebagai standar ISO.

Mereka juga tidak ingin mengganti susunan huruf QWERTY menjadi DVORAK, karena tidak ingin menanggung risiko yang akan terjadi jika QWERTY diganti menjadi DVORAK.

Karena pada dasarnya, manusia adalah mahluk yang setia dengan kebiasaan. Ini merupakan salah satu sifat dasar yang dimiliki manusia yang sangat sulit untuk dilupakan.

Seperti yang dilansir di dhammacitta.org, Robert L. Goldberg, profesor di Universitas California. juga mengatakan tentang kebiasaan. “Kita sudah terbiasa dengan keyboard QWERTY dan itu sebabnya desain seperti itu terus dipertahankan,” Ujarnya.


Begitulah, sejarah awal susunan huruf ABCDE diganti menjadi QWERTY pada keyboard mesin ketik dan diterapkan hingga hari ini pada keyboard smartphones, pc, dan laptop yang kamu pakai.

alterntif text
Bagikan:

Rifaldo Surya

Quotes aja ya, Jalani hidup kamu sebaik-baiknya.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.