Perihal aku setelah kepergianmu

Bagikan:

Setelah kepergianmu

Meski kadang rindu masih memukul, menghampiri, dan terus menyeru. Aku tahu sampai kapanpun kita tidak pernah bisa lagi bertemu.

Kamu dulu pernah bilang bahwasanya aku adalah manusia yang datang pada saat yang tidak tepat.

Datang pada saat hatimu remuk; datang disaat hatimu masih enggan untuk membuka. Memulai hubungan baru dengan orang baru itu tidaklah mudah. Seharusnya aku mengetahui itu jauh-jauh dari dulu. Semenjak belum mengenal dirimu.

Dan kesalahannya ada padaku. Aku terlalu memaksakan kehendak. Padahal aku juga tahu kalau hubungan kita baru terjalin, dan sedikitpun belum bertumbuh.

Aku terlalu memaksakan, dan maaf, aku dulu masih kekanak-kanakan. Yang masih berpikir buta sebuta-sebutanya malam dingin itu.

Entah, apa namaku pernah terselip di dadamu. Setidaknya menggores dan kamu masih mengingatnya kemudian. Aku ingin tahu, apakah semua rasa ini juga ada padamu. Atau hanya aku yang tersesat di labirin hatimu tanpa tahu jalan keluarnya.

alterntif text

Kulihat pada timeline sosial media milikmu, bahwa seseorang sudah menitip hatinya kepadamu. Membuat hatimu sebagai pelabuhan tempatnya berpulang ketika lelah. Sementara namaku, mungkin sudah terkubur atau hilang dibawa lari oleh sang waktu.

Kulihat juga kamu meraih predikat dan prestasi yang pastinya membuatmu senang. Pada waktu itu, sebenarnya aku benar-benar ingin berbincang sejenak denganmu. Paling tidak untuk menanyakan kabar. Dan dimana melanjutkan pendidikanmu.

Namun, ketika hatiku sudah mantap ingin menghubungimu. Ada-ada saja otakku yang menahannya. Hingga kemudian pesan pun tidak pernah terkirim.

Andaipun terkirim, mungkin pesan itu akan sedikit mengganggu. Lagipula kamu sekarang tidak sendiri lagi. Aku tidak mau diduga sebagai orang ketiga yang siap menikam hubunganmu kapan saja.

Atau, andai saja hari itu aku benar-benar berbincang denganmu. Yang pasti kamu tidak seperti yang dulu lagi. Menjawab rentetan pesan pun ala kadarnya. Padahal kamu tidak tahu, kalau hati ini masih saja mengenang dirimu.

[A]walan huruf abjad namamu. Semoga kita bisa bertemu dilain waktu. Semoga kita dapat menitip salam sama-sama. Semoga kita bisa saling menatap di kemudian senja. Semoga kamu sehat dan tetap terus mengajar mimpi-mimpimu.

alterntif text
Bagikan:

Rifaldo Surya

Quotes aja ya, Jalani hidup kamu sebaik-baiknya.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.